Showing posts with label sunan kalijaga. Show all posts
Showing posts with label sunan kalijaga. Show all posts

Thursday, May 11, 2017

Hikmah Lagu Sluku Sluku Bathok

"SLUKU-SLUKU BATHOK"

_Sluku-Sluku Bathok_ _Bathoke Ela Elo_
_Si Rama Menyang Solo_
_Oleh-Olehe Payung Mutho_
_Mak Jenthit Lolo Lo Bah_
_Yen Mati Ora Obah_
_Yen Obah Medeni Bocah_
_Yen Urip Goleko Duwit_

*_Sluku-Sluku Bathok_*
_Artinya:_ Hidup Tidak Boleh Dihabiskan Hanya Untuk Bekerja, Waktunya Istirahat Ya Istirahat, Untuk Menjaga Jiwa Dan Raga Agar Selalu Dalam Kondisi Yang Seimbang, Bathok Atau Kepala Kita Perlu Beristirahat Untuk Memaksimalkan Kemampuanya.

*_Bathoke Ela Elo_*
_Artinya:_ Dengan Berdzikir (ela elo= Laa ilaaha ilalloh) Mengingat Allah, Syaraf Neuron Di Otak Akan Mengendur, Ingatlah Allah, Dengan Mengingat-Nya Hati Menjadi Tentram.

*_Si Rama Menyang Solo_*
_Artinya:_
Siram (Mandilah, Bersucilah) Menyang (Menuju) Solo (Sholat) Lalu Bersuci Dan Dirikan Sholat.

*_Oleh-Olehe Payung Mutho_*
_Artinya:_ Maka Kita Akan Mendapatkan Perlindungan (Payung) Dari Allah, Tuhan Kita,

*_Mak Jenthit Lolo lo Bah_*
_Artinya:_ Kematian itu Datangnya Tiba-Tiba, Tak Ada Yang Tahu, Tak Dapat Diprediksi Dan Tak Juga Dikira-Kira, Tak Bisa Dimajukan Dan Tak Bisa Pula DiMundurkan,

*_Wong Mati Ora Obah_*
_Artinya:_ Saat Kematian Datang, Semua Sudah Terlambat, Kesempatan Beramal Hilang.

*_Yen Obah Medeni Bocah_*
_Artinya:_ Banyak Jiwa Yang Rindu Untuk Kembali Pada Allah Ingin Minta Dihidupkan, Tapi Allah Tak Mengijinkan, Jika Mayat Hidup Lagi Maka Bentuknya Pasti Menakutkan Dan Mudhorotnya Lebih Besar.

*_Yen Urip Goleko Dhuwit_*
_Artinya:_ Kesempatan Beramal Untuk Beramal Hanya ada Di Saat Sekarang (Selagi Mampu Dan Ada Waktu) Bukan Dinanti (Ketidak Mampuan Dan Hilangnya Kesempatan) Tempat Beramal Hanya Disini (Dunia) Bukan Disana (Akherat) Disana Bukan Tempat Beramal (Bercocok Tanam) Tapi Tempat Berhasil (Panen Raya)

Subhanalloh, sangat mendalam arti dan Makna Tembang "Sluku-Sluku Bathok" Karya Kanjeng Sunan Kalijaga, Semoga Kita Semua diberi Keselamatan Dunia Dan Akhirat Aamin..._🙏

Tuesday, March 28, 2017

Filosofi Jawa Sunan Kalijaga

Disarikan dari berbagai sumber di media,  berikut kami rangkuman beberapa kata bijak Filosofi Jawa, yang diajarkan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga :

1. Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto dur Hangkoro
(Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).
2. Urip Iku Urup

(Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik)

3. Suro Diro Joyo Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti
(segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dgn sikap bijak, lembut hati dan sabar)

4. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan
(Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu).

5. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpa Bondho
(Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan; Kaya tanpa didasari kebendaan)

6. Ojo Gumunan, Ojo Getunan, ojo Kagetan, ojo Aleman
(Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja).

7. Ojo Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman
(Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi).

8. Ojo Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo
(Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat).

9. Ojo Kuminter Mundak Keblinger, ojo Cidra Mundak Cilaka
(Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka).

10. Ojo Adigang, Adigung, Adiguno
(Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti)

Adem bangetkan kata kata bijak dari kanjeng sunan kalijaga.

Saturday, August 20, 2011

Hikmah Tembang "Gundul-Gundul Pacul" Karya Sunan Kalijaga



Salah satu tembang jawa yang sangat terkenal adalah Gundul Pacul sebagi beikut.

"Gundul gundul pacul cul, gemblelengan,"
"Nyunggi nyunggi wakul-kul, gembelengan,"
"Wakul ngglimpang segane dadi sak latar."

Tembang Jawa ini konon diciptakan tahun 1400-an oleh Sunan Kalijaga dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti filosofis yang dalam dan sangat mulia.

'Gundul' adalah kepala plonthos tanpa rambut. Kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang. Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala. Jadi gundul adalah kehormatan tanpa mahkota.

'Pacul' adalah cangkul yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat. Pacul ini merupakan lambang kawula rendah, rakyat jelata, kebanyakan para petani.

'Gundul pacul' artinya adalah bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Orang Jawa mengatakan pacul adalah papat kang ucul (empat yang lepas).

Kemuliaan seseorang tergantung 4 hal, yaitu bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.

1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat.
2. Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.
3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
4. Mulut digunakan untuk berkata adil dan bijaksana.

Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.

Gembelengan artinya besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya.

"Gundul-gundul pacul cul" = jika orang yang kepalanya sudah kehilangan 4 (empat) indera itu mengakibatkan 'GEMBELENGAN' (= congkak/sombong).
"Nyunggi-Nyunggi Wakul Kul" = menjunjung amanah rakyat) dengan GEMBELENGAN (sombong hati), akhirnya
"WAKUL NGGLIMPANG" = amanah, jabatan jatuh tidak bisa dipertahankan.
"SEGANE DADI SAK LATAR" = berantakan sia-sia, tidak bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat.

Jadi kalau sedang nyunggi wakul janganlah gembelengan.

Semoga bermanfaat.

Link : Lagu Gundul Pacul di Youtube